puisi hari guru nasional terbaik

puisi hari guru nasional terbaik

Posted on

puisi hari guru nasional terbaik

Tak punya jantung, hatipun sudah digadaikan
Nadi rasa telah sirna, Iba hati telah pergi
Dia datang ke sekolah hanya bawa buku,
Tidak bawa ilmu…..

Semua habis untuk mempertaruhkan hari esok, dan sebakul nasi
Berpikir kikir untuk rumah kontrakan,
Merenung bingung cicilan bulanan sepedah Jepang

Lembar demi lembar kertas ujian sudah ikut dijual kiloan,
Sepatu yang melekat di kaki sudah empat hari raya tak terganti,
Baju tunggu jatah bemberian instansi
Lamaran yang pernah dikirim ke Dinas untuk sleksi,
Sekarang masih letak dengan ijasah dan nilai prestasi

Tapi kini tetap jadi guru yang digaji tiap minggu
Kontrak kerja tidak pernah di terima,
Loyalitas sulit diabdikan,
Idialisme diri perlahan pergi dan hanya tertuju pada peningkatan gaji
Nasib kita para guru, ternyata hanya menunggu….
Kita jera untuk disebut “guru”