Apakah Bersosialisasi di Kampus Lebih Susah dari SMA?

MaBa Harus Tahu, Apakah Bersosialisasi di Kampus Lebih Susah dari SMA?

Posted on

Whandi.Net ~ Apakah bersosialisasi di kampus lebih susah dari SMA, merupakan sebuah pertanyaan yang sering dilontarkan oleh para mahasiswa baru. Ketakutan untuk tidak memiliki seorang teman saat menjadi mahasiswa, memang hal yang lumrah. Berhadapan dengan berbagai karakter orang baru yang dikenal dalam lingkungan baru, pantaslah membuat seseorang lebih merasa khawatir sebelum mulai menjalaninya.

Apakah Bersosialisasi di Kampus Lebih Susah dari SMA seperti yang Dibayangkan?

Pertanyaan demi pertanyaan muncul silih berganti seiring dekatnya waktu untuk memulai perkuliahan di sebuah kampus. Bagi orang yang memiliki sifat mudah bergaul atau supel, tidak akan mengalami kendala yang berarti saat bersosialisasi. Tapi, beda halnya jika orang tersebut termasuk ke dalam kategori pendiam. Kira-kira, bagaimana model sosialisasi sebenarnya yang terjadi di dalam dunia perkuliahan? Check this out!

Mahasiswa tingkat atas ramah terhadap adik tingkatnya

Tidak semua mahasiswa tingkat atas, akan bersikap acuh terhadap adik tingkatnya. Gambaran saat mengikuti ospek kuliah, memang meninggalkan kesan yang cukup mendalam bagi setiap mahasiswa baru. Sosok kakak tingkat yang terkesan galak dan tidak mudah untuk diajak berkomunikasi inilah, penyebab awal ketakutan para maba. Faktanya, sikap tersebut tidak akan kalian temukan dalam kehidupan sehari-hari selama berkuliah. Bahkan, mereka sebagai kating dengan senang hati memberikan bantuan informasi yang tidak kalian ketahui saat menjalani masa-masa kuliah.

Sesama mahasiswa baru dapat dengan mudah berbaur

Seperti halnya saat mengalami ospek di SMA. Kalian dapat dengan mudah mengawali percakapan dengan sesama mahasiswa baru. Selain dikarenakan faktor umur yang sama, bahan pembicaraan yang dibahas pun tidak terlalu asing untuk dapat kalian tanggapi. Sehingga, obrolan dapat berlangsung dengan lancar. Pada akhirnya, secara tidak sadar kalian sedang membentuk sebuah hubungan pertemanan dengan orang lain. Namun, kalian tetap harus menjaga tutur kata dan sopan santun saat berteman dengan sesama maba.

Pertemanan yang dilakukan secara berkelompok

Sering bukan,, kalian menemukan kelompok-kelompok tertentu di dalam satu kelas saat SMA? Hal tersebut juga akan terulang saat kalian duduk di bangku kuliah. Jadi, kegiatan bergaul saat SMA, tidak akan terlalu jauh berbeda saat berada di kampus. Akan tetapi, meskipun terdapat beberapa orang yang senang berkelompok, kalian jangan mengikuti langkah seperti itu. Berusahalah untuk berbaur dengan teman seangkatan lainnya! Siapa tau dengan cara tersebut, kalian dapat menemukan pasangan atau setidaknya jaringan pertemanan akan semakin luas.

Baca juga :  Cara Mencegah Perilaku Buruk Anak

Berteman dengan tujuan tertentu

Saling menolong sesama teman, adalah hal yang wajar. Beda halnya jika pertemanan tersebut didasari atas maksud atau tujuan tertentu. Sebagai contoh, tiba-tiba kalian didekati dan diajak berteman oleh orang yang tidak pernah terfikirkan dapat menjadi sosok teman. Hingga pada suatu hari, teman kalian mengajak ke sebuah perkumpulan atau komunitas tertentu. Terlihat dengan jelas bukan? motif tersembunyi dibalik pertemanan kalian selama ini. Bila kalian sudah terlanjur tergabung sebagai anggota, mulailah untuk memantapkan diri sendiri. Jika rasanya hanya mendatangkan banyak kerugian, segeralah menarik diri sebelum terjerumus lebih dalam lagi.

Hubungan pertemanan yang tidak ada batasannya

Maksud kali ini, bukan batasan waktu dari sebuah pertemanan. Melainkan, cara pergaulan yang bebas di kalangan mahasiswa. Kalian tentu tidak dapat memukul rata, bahwa pertemanan di lingkungan kampus itu tidak sehat. Hanya segelintir orang saja yang melakukan pertemanan tanpa ada batasan tersebut. Sehingga, sebagai mahasiswa yang akan berubah menjadi orang dewasa nanti, kalian harus dengan bijak menanggapinya. Terlebih, jika pelaku pergaulan yang tidak terbatas ini, dialami oleh orang terdekat kalian.

Manfaat Memiliki Teman di Kampus

Memiliki teman di kampus, dapat membantu proses kuliah kalian berjalan dengan lancar. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Simak penjelasannya berikut ini!

Saling mengingatkan

Teman yang baik, akan membantu kalian dalam mengingatkan tugas kuliah atau sekedar pergantian jadwal kelas. Memiliki teman seperti ini, tentu lebih bermanfaat dibandingkan dengan alarm yang berbunyi sesuai dengan jam yang telah kalian atur sebelumnya. Rasa kasih sayang yang disampaikan melalui hal-hal kecil tersebut, dapat kalian rasakan secara tidak langsung. Oleh sebab itu, kalian pun harus melakukan tindakan yang sama agar pertemanan Anda, dapat berlangsung hingga waktu yang tidak terbatas.

Mudah untuk mendapatkan informasi kampus

Ada kalanya informasi kampus tidak dibagikan ke dalam grup. Sehingga, kalian melewati informasi yang disampaikan oleh pihak kampus. Pada kondisi seperti ini, memiliki teman yang aktif dalam bersosialisasi, tentu sangat dibutuhkan. Selain dapat membantu kalian untuk memperoleh informasi yang terlewatkan, teman kalian juga mampu untuk diajak berdiskusi terkait informasi kampus. Tentunya, situasi saling bertukar informasi tersebut, tidak mengharuskan diri kalian saling bertatap muka. Bisa saja hanya dengan memanfaatkan gadget yang ada, maka obrolan dapat tetap berlangsung sebagaimana mestinya.

Baca juga :  Macam-Macam Model Pembelajaran Yang Efektif

Tidak merasa kesepian

Menjadi seorang mahasiswa, terlebih terpisah jauh dari daerah tempat tinggal kalian, adalah pemandangan yang umum saat ini. Kalian justru mendapatkan kesempatan dalam mengembangkan diri hingga melewati batasan maksimal yang ada dalam diri. Contohnya, seseorang yang sudah terbiasa dipersiapkan segala kebutuhannya saat berada di rumah, harus mulai belajar mandiri. Kesulitan yang dirasakan di daerah perantauan, solusinya dicari oleh diri kalian sendiri. Sifat manja yang dulunya melekat kuat, lambat laun dapat menghilang seiring berjalannya waktu. Selama proses pendewasaan tersebut berlangsung, jika segalanya dilalui seorang diri saja, pasti akan terasa menyedihkan. Oleh sebab itu, bersosialisasilah dengan teman-teman di kampus, saat masih menjabat predikat maba.

Tolong menolong dalam berbagai hal

Kesulitan yang dirasakan oleh teman yang tinggal jauh dari orang tuanya, membuat sosok teman begitu berharga. Teman akan dengan sigap membantu kalian saat dibutuhkan. Baik itu mengenai masalah kampus, ataupun masalah pribadi. Carilah teman yang sekiranya dapat diandalkan saat kalian benar-benar membutuhkan dirinya. Jangan-jangan selama ini, sosok teman yang selalu berada di samping kalian hanya memanfaatkan diri Anda. Hal tersebut dapat diketahui dengan mudah saat kalian tertimpa sebuah musibah. Pertemanan yang dilandaskan atas rasa tulus, akan selalu menemani kalian melewati masa-masa sulit yang ada.

Pengganti sosok keluarga di lingkungan baru

Meskipun tidak seluruh mahasiswa baru merupakan orang yang merantau dari daerah asalnya. Tapi, selama berada di lingkungan kampus, kalian hanya akan dipertemukan dengan perangkat organisasi atau teman-teman sesama mahasiswa. Jangan samakan situasinya dengan kalian yang keluarganya bekerja di dalam instansi pendidikan tempat kalian menuntut ilmu. Orang yang terbiasa berkumpul bersama keluarganya, tentu akan merasa kesepian saat dirinya berpisah sementara waktu dengan anggota keluarga yang disayangi. Teman kampus yang selalu hadir di sisi kalianlah, yang nantinya akan berperan dalam mengisi kekosongan sosok keluarga yang dirindukan.

Itulah model sosialisasi dan manfaat yang dapat kalian rasakan saat duduk di bangku kuliah. Jadi, apakah bersosialisasi di kampus lebih susah dari SMA? Jawabannya tidak sama sekali. Sampai jumpa di pembahasan menarik lainnya. Salam.