Inilah Efek Samping Akibat Makan Vitamin C Berlebihan

Inilah Efek Samping Akibat Makan Vitamin C Berlebihan

Posted on

Whandi.Net ~ Semua orang tahu dan setuju jika vitamin C bisa memberikan efek menyehatkan terhadap tubuh seseorang. Tetapi perlu diperhatikan juga dosisnya jika tidak ingin terkena efek samping. Meskipun jarang terdapat kasus yang berbahaya, tetap saja membuat anda merasa tidak nyaman, terutama pada sistem pencernaan anda. Vitamin C sendiri merupakan vitamin esensial yang sangat baik untuk tubuh anda. Dikenal sebagai salah satu jenis antioksidan, vitamin C sudah dikenal dengan kemampuannya dalam membantu berbagai macam proses penting di tubuh, termasuk menurunkan tekanan darah, melawan peradangan, dan menciptakan kolagen.

Sebenarnya, mengkonsumsi vitamin C yang banyak dari makanan hampir tidak memiliki masalah kesehatan untuk tubuh anda. Tetapi berbeda jika anda mendapatkannya dari supplemen vitamin C, yang kemungkinan bisa memberikan anda berbagai macam jenis efek samping yang ringan.

Efek Samping Ringan Vitamin C

Pada dasarnya, setiap vitamin memiliki kadar asupan yang direkomendasikan. Tentunya rekomendasi ini haruslah berasal dari para ahli gizi dan kesehatan yang telah melakukan serangkaian uji coba terhadap vitamin itu sendiri.
Sekarang, kadar asupan vitamin C sendiri telah dipatenkan atau disama-ratakan untuk menghindari perbedaan dan menyebabkan kebingungan di kalangan awam dan masyarakat, yang biasa disebut sebagai IU (International Unit).
Untuk orang dewasa, asupan vitamin C yang direkomendasikan (RDA) oleh para ahli adalah 90 mg untuk pria dan 75 mg untuk wanita setiap harinya. Tetapi terdapat pula produk kesehatan yang menyajikan 1000 mg vitamin C ke dalam suplemen yang mereka pasarkan.

Mengkonsumsi 1000 mg masih bisa disebut aman, tetapi jika anda orang dewasa yang mengkonsumsi lebih dari 2000 mg per harinya maka beresiko terkena berbagai macam efek samping ringan seperti diare, muntah, kram perut, kembung, dan ketidaknyamanan di perut. Efek samping bisa disebabkan karena tubuh anda tidak mampu menyerap kelebihan vitamin C tersebut dan malah mengiritasi saluran pencernaan, terutama jika vitamin C yang anda konsumsi didapatkan dari suplemen.

Rekomendasi Vitamin C yang Harus Didapatkan

Karena vitamin C dapat menyebabkan beberapa gejala yang kurang menyenangkan jika dikonsumsi terlalu banyak, maka Dewan Makanan dan Nutrisi telah menetapkan tingkat asupan vitamin C yang dapat ditoleransi oleh tubuh seseorang. Menurut Office of Dietary Supplements (ODS) menjelaskan bahwa batas untuk asupan vitamin C pada orang-orang yang berusia di atas 19 tahun adalah tidak lebih dari 2000 mg, baik itu untuk pria maupun wanita. Batas ini tetap berlaku bagi wanita hamil dan menyusui.

Sementara untuk mereka yang masih berusia di bawah 19 tahun memiliki batas asupan vitamin C yang berbeda, yaitu:

  • 400 mg untuk bayi berusia 1-3 tahun.
  • 650 mg untuk anak-anak berusia 4-8 tahun
  • 1200 mg untuk anak-anak berusia 9-13 tahun.
  • 1800 mg untuk anak remaja berusia 14-18 tahun.
  • 1800 mg untuk anak remaja 14-18 tahun yang tengah hamil dan menyusui.

Tetapi batasan ini tidak berlaku terhadap mereka yang tengah menjalani perawatan medis karena kondisi kesehatan tertentu. Dokter anda bisa saja memberikan batasan asupan vitamin C lebih kecil, atau malah mengharuskan anda mengkonsumsi kadar vitamin C yang lebih banyak dari biasanya.

Efek Samping Parah yang Mungkin Terjadi

Sangatlah jarang ditemukan kasus parah akibat terlalu banyak mengkonsumsi vitamin C. Tetapi sangat mungkin terjadi jika anda terus menerus mengkonsumsi vitamin C dengan dosis tinggi dari waktu ke waktu.
Penggunaan vitamin C dengan dosis besar dalam jangka panjang dapat meningkatkan resiko anda terkena berbagai macam efek negatif yang lebih parah dari yang telah disebutkan di atas. Beberapa diantaranya adalah:

Batu Ginjal

Para dokter percaya bahwa mereka yang terlalu banyak mengkonsumsi suplemen vitamin C dapat membuat tubuhnya mengeluarkan senyawa oksalat dan asam urat dalam urin mereka. Senyawa ini dapat memicu pembentukan batu ginjal dalam tubuh mereka. Para penulis studi kasus dalam jurnal Kidney International melaporkan bahwa terdapat seorang wanita yang mengembangkan batu ginjalnya setelah mengkonsumsi 4 gram atau lebih vitamin C setiap harinya selama 4 bulan secara berturut-turut.

Meskipun masih banyak penelitian yang belum dilakukan dalam skala besar mengenai keterkaitan antara asupan vitamin C dan formasi batu ginjal di dalam tubuh seseorang, tetapi ODS sendiri menyimpulkan bahwa banyak sekali riwayat batu ginjal yang terbentuk pada pasien setelah mengkonsumsi vitamin C dalam jumlah yang besar.

Ketidakseimbangan Nutrisi

Kekhawatiran lainnya akibat asupan vitamin C dengan dosis terlalu tinggi adalah dapat mengganggu kemampuan tubuh seseorang dalam memproses nutrisi lain yang masuk ke dalam tubuh anda. Seperti misalnya, vitamin C dapat menurunkan kadar vitamin B12 dan mineral tembaga di tubuh anda. Hadirnya vitamin C juga dapat meningkatkan penyerapan zat besi di tubuh sehingga dosis mineral tersebut pun bisa ikut meningkat.

Menyebabkan Taji Tulang

Menurut Arthritis Foundation, kehadiran vitamin C dengan kadar yang sangat tinggi dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena taji tulang yang sangat menyakitkan, yaitu sebuah kondisi di mana ada bagian tajam yang menonjol dari tulang. Tetapi yayasan tersebut juga mengutip sebuah penelitian lainnya dan menemukan bahwa orang-orang dengan kadar vitamin C rendah malah memiliki resiko tinggi mengembangkan radang sendi, yaitu sejenis kondisi persendian yang juga sangat menyakitkan.
Hasil dari kedua penelitian di atas tentunya mengharuskan kita untuk selalu mendapatkan asupan vitamin C yang tepat. Adapun kadarnya sudah kami terangkan secara lengkap di atas.

Mengganggu Keefektifan Niacin-simvastatin

Bukti lainnya juga menunjukkan bahwa asupan suplemen vitamin C yang tinggi dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk meningkatkan kadar kolesterol baik HDL di dalam tubuh mereka, khususnya bagi yang tengah mengkonsumsi kombinasi dari obat niacin-simvastatin. Obat ini mengkombinasikan antara vitamin niacin dengan statin simvastatin (Zocor), dan digunakan untuk mengatasi kolesterol tinggi. Para ahli sendiri menganggap bahwa kolesterol baik HDL dapat mengurangi kadar kolesterol jahat LDL di dalam darah seseorang.

Vitamin C dan Kehamilan

Dalam sebuah tinjauan pustaka dari Cochrane Database of Systematic Reviews meneliti efek asupan suplemen vitamin C selama masa kehamilan. Para penulis tersebut memeriksa 29 studi yang mencakup sebanyak 24.300 wanita hamil yang memperlihatkan bahwa tidak terdapat bukti kuat bahwa vitamin C mampu membantu seseorang mencegah masalah pada masa kehamilan, seperti lahir mati, kelahiran premature, atau preeklampsia.
Meskipun begitu, asupan vitamin C masih sangat dianjurkan agar tubuh anda tetap menjalankan fungsinya dengan baik selama masa kehamilan anda berlangsung.

Asupan vitamin C dari suplemen selama masa kehamilan tidaklah dilarang, tetapi akan lebih baik dan sangat disarankan jika anda mendapatkan asupannya langsung dari makanan. Adapun beberapa jenis makanan yang mengandung vitamin C adalah seperti brokoli, buah kiwi, buah jeruk, stroberi, tomat, dan lain sebagainya.
Tetapi jika anda ingin mendapatkan asupan vitamin C dari suplemen demi memenuhi kadar harian yang direkomendasikan, maka pastikan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk menghindari berbagai macam efek samping yang tidak diinginkan. .