Gejala Depresi di Lingkungan Kerja

Gejala Depresi di Lingkungan Kerja yang Pernah Aku Alami

Posted on

Whandi.Net ~ Sering cemas pekerjaan nggak kelar walaupun sudah lembur? Performa kerja mulai menurun setelah tiga empat tahun bekerja di posisi yang sama? Semua itu pernah aku alami yang akhirnya membuat aku mengalami gejala depresi.

Kehidupan pekerjaan terasa monoton dan aku lebih sering mengeluh. Ketika ada perasaan ingin berubah tapi bingung harus mulai dari mana. Buat kamu yang sekarang sedang mengalami masa-masa ini jangan khawatir karena sekarang aku berhasil untuk bangkit. Yuk dengar ceritaku melaluinya.

Gejala Depresi di Lingkungan Kerja yang Perlu Dikenali Sejak Dini

Sebelumnya aku nggak tahu sama sekali bahwa sedang mengalami gejala depresi di lingkungan kerja. Setiap kali mau berangkat kerja bawaannya malas dan akhirnya aku lebih sering terlambat datang ke kantor. Tentu hal ini mempengaruhi performa kerja.

Sampai pada akhirnya aku dipanggil HRD dan melakukan konsultasi. Untungnya HRD tempat aku bekerja sangat baik dan mau mendengarkan curhatan para karyawannya. Setelah aku bercerita HRD pun menyatakan bahwa sebenarnya aku sedang mengalami gejala depresi.

Berikut ini hal apa saja yang aku rasakan dan ceritakan kepada HRD yang ternyata adalah gejala depresi.

1. Hampir Setiap Jam Cemas Memikirkan Pekerjaan

Hal yang paling sering aku rasakan adalah cemas. Rasa cemas bisa datang hampir di setiap jam baik di kantor atau di rumah. Cemas jika pekerjaan hari itu tidak selesai dan tidak memberikan performa yang baik dari hasil kerjaku.
Bahkan pada saat hari libur aku seringkali melihat file pekerjaan yang sebenarnya sudah selesai. Aku membaca berulang-ulang dan cemas bahwa hasilnya kurang baik. Padahal sebenarnya pekerjaan sudah selesai dan tidak perlu lagi dicek.

2. Kurang Fokus sehingga Lama Menyelesaikan Satu Pekerjaan

Dulunya aku selalu on time dalam menyelesaikan pekerjaan harian. Namun semakin ke sini, aku butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikannya. Bahkan aku sampai harus mengambil waktu lembur hampir setiap hari. Padahal pekerjaan yang diselesaikan sama seperti sebelumnya. Aku butuh waktu lebih lama karena sulit konsentrasi atau tidak fokus untuk menyelesaikan pekerjaan.

3. Kesulitan Tidur di Malam Hari

Setiap malam karena perasaan cemas aku juga kerap mengalami insomnia. Itulah alasannya mengapa aku sering terlambat untuk bekerja. Tubuh yang lelah akhirnya membuat aku sulit fokus bekerja dan butuh waktu lebih lama. Bahkan beberapa kali aku juga tidak bisa tidur hingga pagi.

Usai menceritakan hal ini HRD pun memberikan beberapa saran supaya aku bisa memutus siklus depresi. Mulai dari insomnia, gangguan kecemasan sampai sulit untuk fokus itu tadi.

Perubahan yang Aku Lakukan untuk Mengatasi Gejala Depresi

Mengatasi gejala depresi yang sudah aku alami butuh waktu. Bahkan HRD pun memahami bahwa masalah seperti ini tidak bisa diatasi dalam waktu semalam. Butuh motivasi dan support dari kerabat dan juga keluarga. Untungnya aku memiliki banyak teman dan keluarga yang mendukung sehingga aku termotivasi untuk melakukan perubahan. Sambil mengikuti saran HRD inilah aktivitas yang aku lakukan.

1. Meditasi 1 Jam Sehari

Meditasi adalah aktivitas yang mulai aku lakukan setelah sering mengalami insomnia. Aku mencoba untuk melakukan meditasi di rumah dengan memutar musik suara alam seperti burung, air mengalir bahkan suara angin.
Biasanya aku melakukan meditasi di kamar sehingga bisa lebih konsentrasi dan menenangkan pikiran. Aku juga fokus untuk mengatur pernapasan dan duduk dengan posisi yang nyaman. Setelah rutin melakukannya selama dua bulanan, gangguan kecemasan mulai teratasi.

2. Mematikan atau Tidak Menggunakan Ponsel di Rumah

Supaya tidak memikirkan soal pekerjaan di luar kantor aku pun mulai menjauhkan smartphone atau laptop di rumah. Setelah pulang kerja smartphone biasanya aku atur dalam fungsi diam dan mematikan laptop. Selama di rumah aku memilih rebahan, menonton tv, film bahkan memasak. Selalu ada agenda di rumah yang aku selesaikan. Termasuk membersihkan kamar mandi atau dapur. Alhasil rumah bersih dan pikirkanku bebas dari rasa cemas.

3. Mengatur Jadwal Hangout dengan Teman

Jika biasanya aku hanya mengurung diri di rumah saat hari libur, sekarang tidak lagi. Aku selalu memiliki jadwal hangout bersama teman atau keluarga. Selama pergi aku juga tidak memegang hp walaupun tetap dibawa. Baik itu pergi ke mall, tempat makan, pantai, pegunungan atau mengunjungi rumah kerabat.

4. Mulai Menekuni Hobi

Supaya aktivitas tidak monoton aku juga mulai menekuni hobi yang selama ini sudah jarang aku lakukan yaitu bersepeda. Setiap hari libur dari pagi hingga siang aku mulai bersepeda hingga 20 sampai 30 kilometer. Aku juga mengikuti klub bersepeda untuk menambah teman baru. Jadi aktivitas bersepeda tidak terasa bosan. Bahkan ada banyak teman baru yang aku dapatkan dari aktivitas ini.

Inilah cara aku untuk mengatasi gejala depresi, tentu semua itu berkat orang di sekelilingku yang memberikan banyak dukungan. Jika kamu sekarang mengalami gejala depresi, mulailah untuk mengungkapkannya ke orang terdekat. Mereka pasti akan memberikan solusi terbaik dan jangan lupa mulailah untuk mengatasinya.

#DearSenjaBlogCompetition