Contoh Cerpen Beserta Struktur Cerpen Tema Fabel Terlengkap

Contoh Cerpen Beserta Struktur Cerpen Tema Fabel Terlengkap

Whandi.Net – Cerpen banyak diminati oleh pada pembaca sebab membawa sebuah gaya bahasa yang mudah untuk dipahami. Tak hanya itu saja, cerpen juga sangat menghibur para pembacanya. Dalam membuat sebuah cerpen, kita harus memperhatikan beberapa strukturnya. Dengan adanya struktur tersebut, cerpen akan lebih menarik untuk dibaca oleh orang lain. Untuk lebih jelasnya, simak saja contoh cerpen beserta strukturnya berikut ini.

Contoh Cerpen Beserta Struktur Cerpen

Berikut cerpen singkat dan strukturnya dengan judul Kupu-Kupu Berhati Mulia selengkapnya untuk anda.

Orientasi
Dikisahkan pada suatu hari ada seekor semut berjalan-jalan di taman. Ia sangat bahagia karena bisa melihat taman yang indah. Ia berjalan-jalan di taman sembari menyapa hewan-hewan lain yang ada di taman itu.

Baca juga :  strategi menghadapi ancaman ideologi dan politik

Komplikasi
Ia melihat kepompong di atas pohon. Sang semut mengejek bentuk kepompong yang jelek dan tidak bisa pergi ke mana-mana.

Pada suatu hari, sang semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, di mana-mana ada genangan lumpur. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir ke lumpur. Sang semut hampir tenggelam dalam genangan lumpur. Semut teriak dengan sangat kencang untuk minta bantuan.

“ Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong…, tolong….!

Resolusi
Untunglah ada seekor kupu-kupu yang terbang melintas. Lalu kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut.

“Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.”

Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman. Lalu sang semut berterima kasih kepada kupu-kupu karena kupu-kupu telah menyelamatkan nyawanya. Semut puji si kupu-kupu sebagai hewan terpuji dan hebat.

Baca juga :  pengertian mitosis dan meiosis menurut para ahli

Mendengar pujian itu, kupu-kupu berkata kepada semut. “Diriku adalah kepompong yang pernah diejek,” kata si kupukupu. Ternyata, kepompong yang dulu ia ejek sudah menyelamatkan dirinya.”

Koda
Akhirnya, sang semut berjanji kepada kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di taman itu.