Cara Mengetahui Umur Kehamilan

Cara Mengetahui Umur Kehamilan

Posted on

Cara Mengetahui Umur Kehamilan, Usia kehamilan adalah waktu yang diukur dari hari pertama menstruasi terakhir ke tanggal saat ini, biasanya diukur dalam minggu. Bila dikonversikan ke bulan, maka umur dalam minggu tersebut dikalikan dengan 7 dibagi 30, jadi kehamilan 40 minggu sama dengan kehamilan 9 bulan 10 hari.  Sebuah kehamilan normal dapat berkisar 38 – 42 minggu, bayi yang lahir sebelum 37 minggu disebut prematur, sedangkan  bayi yang lahir setelah 42 minggu disebut postmatur.

Cara Mudah untuk Mengetahui Usia Kehamilan

Ada beberapa Cara Mengetahui Umur Kehamilan :

  1. Hari pertama haid terakhir (HPHT)

Umur kehamilan dihitung berdasarkan rumus Naegele, rumus ini hanya bisa digunakan pada wanita dengan siklus menstruasi/haid yang teratur (28 – 30 hari). Caranya adalah HPHT  untuk hari+7, bulan–3 dan tahun+1. Sedangkan untuk bulan yang tidak dapat dikurangi 3 ( Januari, Februari, Maret ), maka rumus untuk bulannya ditambah 9, tapi tahunnya tetap (tidak perlu ditambahkan 1). Contoh hari pertama haid terakhir 1 Januari 2021, maka perkiraan melahirkan/ taksiran partus pada tanggal 8 Oktober 2021. Namun seringkali perkiraan tanggal persalinan meleset antara 7 hari sesudahnya atau 7 hari sebelumnya. Hanya sekitar 5% bayi yang akan lahir sesuai perhitungan ini.

  1. Gerakan janin

Pada wanita yang pertama kali hamil biasanya mulai merasakan gerakan janin pada usia kehamilan 5 bulan (18 – 20 minggu), sedangkan pada kehamilan ke-2 dan seterusnya, gerakan janin sudah biasanya sudah mulai terasa pada usia kehamilan 4 bulan (16 – 18 minggu.) ini berkaitan dengan sudah ada pengalaman ibu pada kehamilan sebelumnya.

  1. Tinggi fundus uteri/puncak rahim

Tinggi fundus/puncak rahim diukur pada posisi berbaring, dokter/bidan akan mengukur tinggi puncak rahim (fundus uteri) yang menonjol di dinding perut mulai dari tulang kemaluan. Contoh jika jarak diukur dari tulang kemaluan hingga puncak rahim 28 cm, ini berarti usia kehamilan sudah mencapai 28 minggu, tinggi maksimal puncak rahim 36 cm,  ini menunjukkan usia kehamilan 36 minggu. Pada fase saat sudah mencapai tinggi maksimal maka selanjutnya ukuran tingginya tidak akan berubah lagi, meski usia kehamilan mencapai 40 minggu. Seandainya tingginya bertambah, Ada kemungkinan bayi Anda besar, kembar, atau cairan kehamilan (amnio) yang berlebih.

  1. Pemeriksaan dengan menggunakan 2 jari tangan.

Pemeriksaan tidak bisa dilakukan oleh ibu hamil sendiri. Dilakukan pada posisi berbaring, dengan menggunakan 2 jari  yang diukur mulai dari tulang kemaluan. Jika jarak antara tulang kemaluan sampai dengan puncak rahim posisinya masih di bawah pusar, maka setiap penambahan 2 jari berarti penambahan usia kehamilan sebanyak 2 minggu. Apabila telah mencapai atas pusar, maka setiap penambahan 2 jari sama dengan pertambahan usia kehamilan 4 minggu.

  1. Membandingkan tinggi fundus uteri/puncak rahim dan tinggi pusar

Bila fundus/puncak rahim  setinggi pusar maka berarti usia kehamilan sekitar 5 bulan, dan bila tinggi puncak rahim melewati pusar dan berada di tengah-tengah antara pusar dengan ujung tulang dada menunjukkan usia kehamilan sudah sekitar 7 bulan. Jika tinggi puncak rahim sudah mencapai ujung tulang dada, dapat dipastikan usia kehamilan 9 bulan.

  1. Ultrasonografi (USG)

USG dapat menentukan usia kehamilan secara lebih akurat (95%).

Baca juga :  9 Manfaat Bersepeda di Tengah-Tengah Kesibukan Kota Besar

Demikianlah tadi ulasan kita kali ini mengenai Cara Mengetahui Umur Kehamilan yang dapat kita bagikan pada kesempatan ini. Semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk bunda ya !!